Dalam rangka mengemban misi kami untuk memasyarakatkan kegiatan Assessment Centre maka kami menayangkan artikel berikut, sebagai pembuka. Silahkan membaca, belajar dan berbagi dengan kami.


Artikel 1 : "Apakah Asesmen Itu?"

Ini merupakan pertanyaan awal yang harus dijawab dan sering sekali muncul yaitu “Apakah asesmen itu ?”

Di dalam kehidupan kita sehari-hari, manusia melakukan berbagai jenis kegiatan yang banyak berkaitan dengan asesmen. Hanya saja seringkali kita tidak terlalu mempehatikannya secara seksama. Seperti pada saat kita berangkat dari rumah ke tempat kerja, terjadi kegiatan asesmen yang dapat kita cermati secara jelas.

Coba, ingat berapa jarak rumah anda ke kantor? Berapa kecepatan rata-rata Anda mengendarai mobil ke kantor ? Berapa liter bensin/solar yang diperlukan untuk menempuh jarak tersebut ? Dalam menjawab pertanyaan tersebut kita akan menggunakan ukuran jarak meter/kilometer, ukuran liter, kilometer per jam, dan lain-lain. Nah, pada topik yang akan kita bahas dalam pelatihan ini, kita akan bermain pada arena kegiatan asesmen atau pengukuran pada perilaku manusia di tempat kerja.

Unsur Penting

Secara umum asesmen atau pengukuran dapat diartikan sebagai suatu kegiatan/proses mengidentifikasi atau mengumpulkan fakta/data/evidence kemudian membandingkan fakta tersebut terhadap suatu parameter atau ukuran tertentu dengan tujuan tertentu. Untuk mendapatkan fakta/evidence tersebut dibutuhkan suatu alat ukur/metode, dan kegiatan tersebut dilakukan oleh satu atau sekumpulan pengukur, seperti tergambar dalam skema berikut :

Secara lebih detail komponen utama dari kegiatan tersebut adalah;

  1. Parameter/ukuran.
  2. Fakta/data/evidence dari objek yang diukur.
  3. Teknik/metode untuk mengumpulkan fakta.
  4. Pengukur/pelaku yang mengumpulkan evidence.
  5. Mekanisme/prosedur pengukuran

Setelah kita miliki kelima komponen tersebut maka yang perlu diperhatikan adalah mekanisme atau prosedur bagaimana proses pengukuran tersebut dilakukan sehingga dapat diperoleh fakta yang bisa dibandingkan dengan parameternya secara objektif.

Parameter / ukuran

Adalah satuan atau besaran yang digunakan sebagai acuan dalam membandingkan fakta/data/evidence. Di dalam contoh di atas, kita telah menggunakan beberapa parameter seperti kilometer per jam, liter, kilometer. Sedangkan ukuran atau parameter yang biasa digunakan dalam kegiatan asesmen pada perilaku manusia adalah model perilaku. Banyak model yang biasa digunakan oleh praktisi di bidang ini seperti penggunaan istilah; kriteria, indikator kinerja, dimensi, kompetensi, dll. Dari berbagai jenis sebutan parameter model perilaku tersebut, istilah kompetensi yang sekarang paling sering digunakan oleh praktisi dikegiatan pengelolaan dan pengembangan sumberdaya manusia.

Fakta / evidence dari objek yang diukur

Karena dalam kegiatan asesmen ini objek ukurnya adalah manusia, maka fakta/data atau evidence yang diidentifikasi adalah hal-hal yang terkait dengan perilaku manusia atau bagian-bagian dari perilaku manusia ditempat kerja yang secara rasional dapat diamati atau diukur. Secara umum adalah berbagai karakteristik manusia seperti motif, traits/sifat, personality/kepribadian, sikap, nilai dll, serta ketrampilan dan pengetahuan yang diaktualisasikan oleh individu di dalam mereka menjalankan pekerjaannya/tindakannya, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang unggul. Dengan demikian ada berbagai jenis fakta, data, atau evidence perilaku yang dapat dikumpulkan untuk dibandingkan dengan parameter yang ditetapkan (dalam hal ini kompetensi).

Teknik / metode untuk mengumpulkan fakta

Adalah cara yang dapat dianggap paling efektif untuk mengumpulkan fakta/data/evidence perilaku yang akan dibandingkan dengan parameter/ukurannya. Dengan melihat beberapa karakteristik manusia yang perlu dikumpulkan faktanya, maka terdapat berbagai teknik atau metode pula. Teknik untuk mengumpulkan data motivasi orang, pengetahuan atau ketrampilan karyawan, atau bahkan tindakan dan kinerjanya masing-masing berbeda. Sehingga untuk mengumpulkan berbagai fakta yang komprehensif diperlukan berbagai teknik yang sesuai dengan data yang akan dikumpulkan.

Pengukur / pelaku yang mengumpulkan evidence

Adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses pengumpulan fakta (dalam hal ini perilaku manusia) tersebut. Untuk itu si pengumpul data ini perlu memahami apa yang akan dicari atau dikumpulkan, trampil menggunakan teknik/metode yang sesuai, dan dapat melakukan analisa untuk membandingkan fakta yang diperoleh dengan parameter/ukuran yang ditetapkan. Tentu saja pelaku harus memahami prosedur dan tujuan melakukan asesmen.

Mekanisme atau Prosedur Pengukuran

Dalam setiap proses asesmen, konteks yang diukur, teknis atau cara mengukur, peran pengukur, bisa masing-masing berbeda sehingga setiap tahap proses pengukuran dapat disusun sistematika prosedur asesmen yang berbeda. Hal yang perlu dicermati adalah seberapa praktis prosedur tersebut dapat diimplementasikan. Prosedur ini sering disebut sebagai metodologi. Dalam proses asesmen, suatu teknik/metode yang baik adalah metode yang “standardized” yaitu memiliki prosedur yang dapat menjaga atau menjamin keobyektifan hasil pengukuran, yaitu valid dan reliabel. Beberapa komponen adalah: instruksi, media, cara skoring, suasana atau situasi tempat dan lain-lain.

Dengan memperhatikan ke lima komponen tersebut, bila salah satu atau bahkan lebih dari komponen tersebut tidak baik, maka hasil keseluruhan kegiatan asesmen menjadi kurang akurat. Oleh karena itu di dalam melakukan kegiatan asesmen dengan berbagai tujuan masing-masing, bila kegiatan diharapkan untuk menghasilkan pengukuran yang akurat, maka keseluruhan komponen harus diperhatikan secara seksama. Sedangkan pada konteks pengelolaan sumberdaya manusia yang berbasis kompetensi, tentunya semakin akurat kegiatan pengukuran perilaku manusia akan semakin memberikan nilai tambah atau manfaat yang signifikan bagi organisasi yang menjalankannya.

Dalam artikel selanjutnya kami akan menayangkan topik lanjutan, yang membahas faktor utama dari Asesmen, yaitu Parameter, yang kami rangkum dalam judul “Apa Yang Diukur dalam Asesmen?”. Tunggu artikel kami selanjutnya.

( Sunu Triwidada, disarikan dari berbagai sumber )

Tell a friend about this site. | © 2005 - Ab Consultant. | Site developed by identithink